daza08313@gmail.com

Jakarta – Meski terhitung model lama, Kijang Innova Reborn masih sangat bertaji. Buktinya penjualan Innova Reborn periode Juli 2025 kembali melampaui Innova Zenix.
Kijang Innova Reborn masih banyak diincar orang Indonesia. Penjualannya pun masih sangat moncer. Bahkan pada periode Juli 2025, meski terhitung sebagai model lama Innova Reborn malah lebih laris ketimbang model terbaru Innova Zenix. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, sepanjang bulan ketujuh itu ada 2.451 unit Kijang Innova Reborn yang terdistribusi ke dealer-dealer Toyota.

Sebagai perbandingan, seluruh distribusi Kijang Innova Zenix ditotal jumlahnya hanya 1.860 unit. Ini bukan kali pertama distribusi Innova Reborn unggul jauh ketimbang Innova Zenix. Dalam catatan detikOto, pada Mei 2024, Innova Reborn juga pernah unggul ketimbang Innova Zenix. Kala itu distribusi Innova Reborn mencapai 3.024 unit sementara Zenix 2.357 unit.

Kendati demikian, bila dihitung secara menyeluruh Innova Zenix masih lebih unggul. Distribusinya dari Januari-Juli 2025 itu mencapai 18.994 unit. Sementara Innova Reborn untuk periode yang sama hanya 16.424 unit

Secara keseluruhan, kontribusi Innova Zenix dan Innova Reborn itu mencapai 4.311 unit dan menjadikannya mobil terlaris di Indonesia selama Juli 2025. Per bulan bila dirata-rata, ada 2.300-an unit Kijang Innova Reborn yang terdistribusi. Sedangkan rata-rata distribusi Innova Zenix per bulan 2.700-an unit. Bicara model, Innova Zenix tentu lebih lengkap dari sisi fitur ketimbang Innova Reborn. Bagaimana dengan harganya?

Soal harga, mengutip laman resmi Toyota Astra Motor, hanya ada dua varian Innova Reborn yang ditawarkan yakni versi diesel dengan opsi transmisi manual dan matic. Termurahnya kini dibanderol Rp 416 jutaan. Sedangkan Innova Zenix

Harga Kijang Innova Reborn

  • Innova 2.4 G M/T Diesel (Spot Order): Rp 416,6 juta
    Innova 2.4 G A/T Diesel (Spot Order): Rp 437,5 juta
    Harga Kijang Innova Zenix
    Innova Zenix 2.0 G CVT: Rp 430,6 juta
    Innova Zenix 2.0 G CVT (Premium Color): Rp 439,1 juta
    Innova Zenix 2.0 V CVT Non RSE (Non Premium Color): Rp 474,3 juta
    Innova Zenix 2.0 V CVT Non RSE (Premium Color): Rp 477,3 juta
    Innova Zenix 2.0 V CVT (Non Premium Color): Rp 482,6 juta
    Innova Zenix 2.0 V CVT (Premium Color): Rp 485,6 juta

Harga Kijang Innova Zenix Hybrid

2.0 G HV CVT (Non Premium Color): Rp 473,4 juta
2.0 G HV CVT (Premium Color): Rp 476,1 juta
2.0 V HV CVT Non Modelista Non RSE (Non Premium Color): Rp 528,8 juta
2.0 V HV CVT Non Modelista Non RSE (Premium Color): Rp 531,7 juta
2.0 V HV CVT Non Modelista (Non Premium Color): Rp 537 juta
2.0 V HV Modelista CVT Non RSE (Non Premium Color): Rp 538,7 juta
2.0 V HV CVT Non Modelista (Premium Color): Rp 540 juta
2.0 V HV Modelista CVT Non RSE (Premium Color): Rp 541,6 juta
2.0 V HV Modelista CVT (Non Premium Color): Rp 547 juta
2.0 V HV Modelista CVT (Premium Color): Rp 549,9 juta
2.0 Q HV CVT TSS NON MODELISTA (Non Premium Color): Rp 615,4 juta
2.0 Q HV CVT TSS MODELISTA Non RSE (Non Premium Color): Rp 617 juta
2.0 Q HV CVT TSS NON MODELISTA (Premium Color): Rp 618,3 juta
2.0 Q HV CVT TSS MODELISTA Non RSE (Premium Color): Rp 619 juta
2.0 Q HV CVT TSS MODELISTA (Non Premium Color): Rp 625,3 juta
2.0 Q HV CVT TSS MODELISTA (Premium Color): Rp 628,2 juta

Jakarta – Daihatsu Rocky Hybrid mendapatkan harga spesial selama Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Setelah pameran otomotif itu berakhir, simak harga yang ditawarkan para tenaga penjual Daihatsu.
Berdasarkan penjelasan tenaga penjual Daihatsu, harga Rocky Hybrid dibanderol Rp 293.900.000 OTR (on the road) DKI Jakarta usai GIIAS berakhir.

“Masih sama,” ujar tenaga penjual Daihatsu.

Pun wiraniaga lain yang coba dihubungi masih menggunakan harga yang sama seperti di GIIAS 2025. “Betul (harganya masih sama seperti GIIAS),” kata dia.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Marketing & Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation Tri Mulyono tidak merespons pertanyaan detikOto terkait harga Rocky Hybrid.

Rocky Hybrid berhasil bikin penasaran selama pameran GIIAS 2025, lebih dari 500 orang telah antusias mencoba langsung mobil ramah lingkungan itu.

Fredy Handjaja, Chief Executive PT Astra International Tbk., Daihatsu Sales Operation mengatakan pemesanan Rocky Hybrid menjadi yang tertinggi selama GIIAS 2025.

“Kami berhasil mencatatkan total SPK sebanyak 580 unit, khususnya Rocky Hybrid yang mendapat SPK tertinggi 147 unit, disusul Gran Max series sebanyak 134 unit, dan Sigra 123 unit,” kata Fredy Handjaja.

Daihatsu Rocky Hybrid ini menggunakan sistem “serial hybrid” di mana motor listrik menggerakkan roda kendaraan sementara mesin bertindak sebagai generator untuk mengisi daya mesin. Daihatsu Rocky ini menggunakan mesin 1.2L (WA-VEX) untuk menyalakan generator.

Motor listrik Rocky Hybrid mampu menghasilkan tenaga maksimum sebesar 106 PS dan torsi maksimum 170 Nm, sehingga menjadikan mobil ini memiliki torsi terbesar di kelasnya dengan akselerasi yang sangat responsif. Baterai pada Rocky Hybrid memiliki daya 0,74 kWh, atau 6 kali lebih besar dibandingkan mobil lain di kelasnya, bahkan setara dengan hybrid SUV medium yang beredar saat ini.

Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid adalah salah satu contoh mobil hybrid dengan pendekatan berbeda. Apalagi klaim konsumsi bahan bakarnya, cocok untuk penggunaan perkotaan yang dinamis.

Dalam hal efisiensi bahan bakar, Rocky Hybrid mampu mencapai 28 KM/L dengan mode pengujian WLTC (Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Cycle), bahkan mampu mencapai hingga 34,8 KM/L berdasarkan metode pengujian JC08 (Japan Cycle 08) yakni pengujian efisiensi bahan bakar di Jepang. Selain efisiensi bahan bakar, Rocky Hybrid juga rendah emisi karena hanya menghasilkan 83 gram CO2/km.

Jakarta – Mitsubishi Destinator sedang masa bulan madu di pasar otomotif Indonesia. Sejak debut global pada 17 Juli 2025, Destinator berhasil membetot perhatian publik. Hal ini tercermin dari data Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) nasional.
Amiruddin, Sub Division Head of Sales Marketing & Logistic PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menjelaskan angka SPK masih terus dikumpulkan. Destinator merupakan model penjualan terbesar Mitsubishi selama GIIAS 2025 dengan total kontribusi sebesar 47 persen.

“Sudah disampaikan juga di rilis resmi kami bahwa kemarin di GIIAS kami mendapatkan 1.939 unit,” ujar Amir di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (6/8/2025).

Amir menambahkan SPK secara total nasional sudah lebih dari 3.000 unit Destinator dipesan orang Indonesia.

“Terakhir sampai Jumat kemarin (total) sudah lebih dari 3.000 unit. Secara periodik kami masih menghimpun angka pastinya dari sejumlah diler,” kata dia.

Mitsubishi percaya diri dengan mobil ini. Pabrikan asal Jepang menargetkan bisa menjual Destinator sebanyak 10 ribu unit dari bulan Agustus 2025 hingga Maret 2026 untuk pasar Indonesia. Artinya sekitar 1.250 unit Destinator minimal laku terjual per bulannya.

Ada tiga varian Mitsubishi Destinator yang ditawarkan di Indonesia yaitu GLS, Exceed, dan Ultimate. Harga Destinator cukup menarik. Premium SUV ini ditawarkan mulai Rp 385 juta hingga yang termahal Rp 465 juta.

Dengan banderol harga kompetitif, Mitsubishi berharap bisa memikat lebih banyak konsumen. Di sisi lain, Destinator bisa mengerek penjualan Mitsubishi di Tanah Air sekaligus meningkatkan pangsa pasar merek tiga berlian tersebut.

Jakarta – Penerapan standar Euro4 masih menghadapi tantangan. Terutama pada sektor kendaraan niaga yang menggunakan diesel.
Salah satu pabrikan yang memasarkan kendaraan komersial ringan dengan standar Euro4, Mitsubishi, menyebut distribusi bahan bakar standar Euro4 belum merata. Director of After Sales Division PT MMKSI Kazuto Azuma mengungkap, daerah rural, – wilayah yang terletak di luar kawasan perkotaan, sulit menemukan BBM solar berstandar Euro 4.

“Kita memenuhi syarat untuk Euro 4, untuk Indonesia. Mudah untuk menemukan Euro 4 di perkotaan, tetapi Euro 4 untuk area rural itu sulit untuk ditemukan, ini juga, kami harus berdiskusi ke pemerintah untuk ketersediaan Euro 4 di area lainnya, sehingga konsumen bisa terjamin bisa menggunakan bensin yang tepat (sesuai Euro 4),” kata Azuma di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (6/8/2025).

Mitsubishi menjadi salah satu produsen yang menyanggupi teknologi Euro4 di Indonesia. Penerapan standar emisi Euro 4 di Indonesia diterapkan mulai 12 April 2022. Agenda itu sesuai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Peraturan itu tertuang dalam surat yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No S 786/MENLHK-PPKL/SET/PKL.3/5/2020 tertanggal 20 Mei 2020.

Indonesia adalah salah satu negara yang lambat dalam penerapan standar Euro 4. Negara tetangga seperti Thailand telah menerapkan Euro 4 sejak 2011, Singapura di tahun 2014, dan Filipina mulai 2016. Bahan bakar diesel berstandar Euro 4 turut disediakan Pertamina lewat jenis Dexlite dan juga Pertamina Dex. Keduanya memiliki Cetane Number (CN) lebih tinggi dari Bio Solar. Untuk Dexlite memiliki CN 51, sementara itu untuk Pertamina Dex memiliki nilai CN 53.

Standar Euro 4 telah diterapkan lebih dulu bagi kendaraan bensin sejak Oktober 2018, sedangkan untuk mesin diesel dijadwalkan pada April 2021. Namun karena kasus COVID-19 masih tinggi, pemerintah akhirnya memutuskan untuk mengundur penerapan regulasi tersebut menjadi April 2022.

Selain kandungan sulfur juga menentukan kualitas bahan bakar kendaraan diesel. Semakin rendah sulfur, berarti jenis bahan bakar tersebut lebih ramah lingkungan. Begitupun sebaliknya.

Kendaraan seperti L300 sudah berstandar Euro4 sejak tahun 2022, mobil ini banyak dijumpai beroperasi di daerah atau kota kecil, memenuhi kebutuhan mobilitas niaga di wilayah tersebut.

Baru-baru ini Mitsubishi melakukan kampanye pemeriksaan terkait L300 produksi Juni 2022 hingga Januari 2024. Total unit yang masuk program kampanye pemeriksaan ini sebanyak 30.823 unit.

Azuma menjelaskan pihaknya melakukan kampanye pemeriksaan L300 untuk melakukan pengecekan terhadap komponen konektor rail pressure, update software ECU, dan pergantian saringan bahan bakar.

Mitsubishi menyebut kerusakan dipicu oleh dua hal, kinerja waterproof yang tidak memadai pada bagian konektor di engine control harness, dan kerusakan injector yang diakibatkan oleh kontaminasi bahan bakar dan penggunaan saringan bahan bakar imitasi atau non-genuine oleh pemilik kendaraan. Kasus pertama kerusakan ini terjadi di luar pulau Jawa.

“Temuan pertama itu dari daerah Pekanbaru,” ujar Senior Assistant Manager of Technical Service & CS Support DepartmentPTMMKSI, Gempar Dwi Prambudi.

Mengingat BBM Euro4 yang belum merata, apakah potensi kerusakan itu juga disebabkan lantaran pemakaian BBM yang tidak sesuai spesifikasi?

“Tidak. Jadi faktornya bukan hanya Euro 4 (distribusi yang tidak merata), Euro 4 itu adalah salah satu yang mungkin menjadi impak dari masalah ini. Namun apabila konsumen bisa melakukan penggantian filter secara reguler di diler karena ini kan mobil kerja ya kadang ada penundaan, itu sebenarnya bisa ditangani dengan baik,” kata Azuma.

“Kalau rajin mengganti filter (original) sebenarnya apa pun jenis bahan bakarnya dapat tersaring dengan baik. Tentunya ini hanya salah satu item saja, karena tadi ada beberapa hal yang mendukung atau menyebabkan kampanye ini harus dilakukan,” jelas dia.

Baca juga : Bengkel Knalpot Mobil Terdekat – Terbaik 2025

MMKSI akan memberikan 10 fuel filter original gratis, yang akan didistribusikan sesuai jadwal perawatan berkala.

“Makanya ada 10 filter yang bisa didapatkan konsumen ketika mengikuti program ini. Jadi bukan dikasih, tetapi dilakukan pencatatan di diler dan nantinya akan dilihat sisa kuota dia sudah ganti atau dapat berapa,” tambahnya lagi.

Jakarta – Pasar mobil di ASEAN memasuki era baru saat Malaysia melampaui penjualan di Indonesia untuk pertama kalinya. Penjualan mobil di Indonesia memang tengah merosot.
Merosotnya pasar roda empat di Tanah Air juga ternyata berdampak di pasar regional. Ya, untuk pertama kalinya, Indonesia yang biasanya menjadi raja otomotif di pasar ASEAN kini dikalahkan Malaysia untuk periode kuartal kedua tahun 2025.

Dilaporkan Nikkei Asia, di tengah ketidakpastian ekonomi di kawasan ASEAN, merek mobil lokal Malaysia yakni Perodua dan Proton berhasil tetap memimpin pasar. Pangsa pasarnya mencapai 63 persen pada paruh pertama tahun ini.

Model populer seperti Perodua Alza dan Proton Saga mendominasi penjualan dan bersaing dengan Toyota Vios dan Honda City. Peningkatan penjualan mobil di negeri jiran itu juga disokong dengan kenaikan popularitas mobil listrik dan mobil hybrid. Secara keseluruhan pada kuartal kedua tahun 2025, Malaysia mencatat angka penjualan sebanyak 183.366 unit.

Di Indonesia, meski memiliki populasi yang besar, nyatanya sektor otomotifnya tengah menderita. Penjualan mobil pada Juni turun 21 persen, merosot signifikan sejak Maret 2024. Pada kuartal kedua, penjualan mobil di Indonesia hanya mencapai 169.578 unit. Jumlahnya kalah banyak dibandingkan dengan penjualan di Malaysia untuk periode yang sama.

Penurunan ini didasari melemahnya daya beli kelas menengah dan kredit yang makin ketat. Selain itu, data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan kontraksi signifikan pada kelas menengah, turun dari 21,4 persen populasi pada 2019 menjadi hanya 17,1 persen pada 2024.

Perubahan ini tak hanya berdampak pada industri otomotif tapi juga berbagai sektor lain yang biasanya didominasi kelas menengah.

Penjualan Mobil di Indonesia Merosot Tajam
Merujuk pada data penjualan mobil yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), selama semester satu tahun 2025, penjualan mobil di Tanah Air turun 8,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Angka penurunannya mencapai sekitar 35.280 unit secara wholesales. Sementara penurunan secara retail lebih signifikan yakni sekitar 9,7 persen atau sebesar 41.986 unit. Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengungkap penurunan ini dilandasi faktor ekonomi dan daya beli masyarakat yang merosot. Ini kata Nangoi juga menjadi sinyal kondisi perekonomian Indonesia memang tak baik-baik saja.

“Jadi faktor yg menentukan itu ekonomi agak susah, dunia tidak baik-baik, Indonesia juga ikut tidak baik-baik kalau Anda lihat. Daya beli menurun, ekonomi terganggu gara-gara yang namanya ada peperangan di Eropa, di Timur Tengah, ada (kebijakan tarif) Trump,” ungkap Nangoi belum lama ini.

Kondisi tersebut membuat masyarakat menahan untuk membelanjakan uangnya, termasuk untuk membeli kendaraan. Kendati demikian, meski kondisinya tak baik-baik saja, kebutuhan kendaraan diyakini masih tetap ada.

“Semuanya menahan, bukan nggak ada uang, uang ada, masih menahan dulu karena mereka prioritas bisa diubah dan segala macam,” jelas Nangoi.

Jakarta – Pemilik mobil mewah di Malaysia lebih memilih menunggak pajak. Alasannya, denda tilang lebih murah ketimbang harus membayar pajak kendaraan.
Seorang pengacara senior di Malaysia, Muhammad Hasif Hasan mengungkapkan, beberapa pemilik kendaraan mewah di Malaysia diduga lebih memilih untuk tidak memperpanjang pajak jalan dan asuransi. Penyebabnya, denda tilang lebih murah.

Menurut Hasif, seorang pemilik kendaraan mewah yang menunggak pajak mengatakan bahwa lebih hemat membayar denda maksimal 300 ringgit (Rp 1,16 jutaan) karena tidak memiliki dokumen yang diperlukan daripada membayar lebih mahal untuk memperpanjang pajak dan asuransinya.

“Ketika saya bertemu dengan orang yang telah menjadi ‘orang kena tilang’ (OKS), saya bertanya mengapa mereka datang ke pengadilan, dan jawabannya adalah membayar denda pajak jalan dan asuransi,” kata Muhammad Hasif dikutip media lokal Malaysia, Berita Harian.

“Orang tersebut menjelaskan bahwa lebih baik membayar denda 300 ringgit, karena lebih murah dan lebih bermanfaat dibandingkan membayar lebih dari 5.000 ringgit (Rp 19 jutaaan) untuk pajak jalan dan lebih dari 10.000 ringgit (Rp 38 jutaan) untuk asuransi mobil Continental-nya,” kata Hasif seperti diberitakan New Straits Times.

Pemilik Bentley Continental tersebut tidak mengendarai mobil mewahnya setiap hari, tapi menggunakannya untuk promosi produk. Pemilik mobil mewah itu mengatakan, untuk mendapatkan pajak jalan, maka dia harus memiliki asuransi terlebih dahulu.

“Jika ia terus mengemudi tanpa pajak jalan dan asuransi lalu didenda, denda maksimal hanya 300 ringgit. Itu lebih bermanfaat,” kata Muhammad Hasif.

Di sisi lain, Hasif menilai sikap ini tidak hanya melanggar hukum, tapi juga membahayakan nyawa orang lain. Jika pemilik mobil mewah itu mengalami kecelakaan dan menabrak orang lain tanpa asuransi, korban atau keluarganya tidak akan dapat mengajukan klaim.

“Pada akhirnya, mereka harus menanggung sendiri semua biaya pengadilan dan pengobatan,” katanya.

Dia mengatakan, ketika keluarga korban terlibat dalam kecelakaan serius atau kematian akibat kelalaian pengemudi, mereka akan menghadapi proses hukum yang rumit dan mahal.

“Biaya hukumnya bisa mencapai 10.000 ringgit hingga 40.000 ringgit, belum termasuk biaya medis dan biaya pengadilan lainnya. Bahkan, meskipun mereka memenangkan kasusnya, tidak ada jaminan mereka akan menerima uang kompensasi,” sebutnya.

Jakarta –  JAYA128 Penurunan penjualan rupanya tak hanya terjadi di pasar mobil baru. Pasar mobil bekas juga ikut mengalami penurunan, meski tak signifikan.
Pasar mobil bekas tengah melemah seiring dengan pertumbuhan mobil baru yang merosot tajam. Permintaan mobil bekas di pasaran terpantau mengalami penurunan. Direktur OLXMobbi Agung Iskandar mengungkap, angka penurunan di pasar mobil bekas itu sekitar 5-10 persen jika dibandingkan semester pertama tahun 2024 mengacu pada data dari platform iklan baris di OLX.co.id.

Sebagai perbandingan, bila merujuk pada data penjualan mobil yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, selama semester satu tahun 2025, penjualan mobil baru di dalam negeri turun 8,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Angka penurunannya mencapai sekitar 35.280 unit secara wholesales. Sementara penurunan secara retail lebih signifikan yakni sekitar 9,7 persen atau sebesar 41.986 unit.

“Hal ini sehubungan dengan pelemahan daya beli konsumen dan pengetatan syarat persetujuan kredit,” ungkap Agung dalam surat elektronik kepada detikOto.

Meski begitu OLXMobbi masih mencatat kenaikan dibandingkan tahun lalu. Ini berkat inovasi dan program baru yang disajikan perusahaan. Adapun di pasar mobil bekas, masih didominasi oleh model MPV. Namun SUV tak kalah menarik dan membanjiri platform jual mobil bekas di OLX. Menyoal merek, Toyota rupanya tak hanya jadi raja di pasar mobil baru, di pasar mobil bekas pun masih banyak dicari.

“Dominasi Toyota sebagai merek terfavorit tidak tergoyahkan, baik dari sisi pencarian maupun jumlah iklan,” terang Agung.

Posisi Toyota diikuti oleh Honda dan juga Suzuki. Kondisi ini tak jauh berbeda dengan pasar mobil baru Tanah Air. Bila mengacu pada data penjualan wholesales dan retail yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, merek-merek Jepang memang sangat mendominasi. Toyota tak pernah tergusur dari posisi puncak.

Bedanya di posisi kedua ada Daihatsu mengekor barulah diikuti Honda, Mitsubishi, dan juga Suzuki. Menariknya merek-merek China juga sudah mulai banyak dilirik dan penjualannya ikut terkerek hingga bisa tembus 10 besar terlaris di Indonesia.

“Perbedaan terlihat di posisi ketiga, di mana Suzuki lebih diminati pencari sementara Daihatsu lebih banyak diiklankan oleh penjual,” tutur Agung.

Jakarta – Kembang-kempis industri otomotif membuat banyak pabrikan otomotif memilih strategi untuk menerapkan harga terjangkau, bahkan pilihan menurunkan harga dengan iming-iming diskon kerap dilakukan. Semua hal tersebut yang kerap menjadi tanda perang harga telah dimulai, terpaksa dilakukan demi merangsang masyarakat untuk melakukan pembelian kendaraan, agar industri otomotif terus berjalan.
PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) agen pemegang merek mobil Suzuki di Indonesia memberikan suaranya, terhadap fenomena perang harga yang tengah terjadi saat ini.

“Kalau dari kami (Suzuki Indonesia) memang tidak akan bisa berkomentar secara banyak, apa yang dilakukan oleh teman-teman lain. Semua punya dapur masing-masing, tetapi kita apresiasi dengan banyaknya kompetisi maka konsumen semakin banyak pilihan,” ujar 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Harold Donnel baru-baru ini.

“Itu juga yang membuat Suzuki terdorong secara internal untuk memberikan yang terbaik. Istilahnya seperti itu, itu menjadi triggering (memicu Suzuki untuk bisa melahirkan kendaraan terbaik-Red),” Harold menambahkan.

Dalam pemberitaan detikOto sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi menegaskan, pihaknya tak bisa melakukan intervensi terharap keputusan produsen mematok harga produknya terlalu murah di Indonesia. Sebab, kata dia, ada aturan yang melarang tindakan tersebut.

“Kami dari Gaikindo tidak pernah melakukan kontrol mengenai harga, kami menyerahkan sepenuhnya harga ke pemain otomotif nasional,” ujar Yohannes Nangoi saat ditemui di ICE BSD, Tangerang.

“Karena kami juga tahu mengenai undang-undang perlindungan konsumen yang melarang kami melakukan monopoli atau apa lah begitu. Jadi meminta (produsen) menaikkan atau menurunkan harga sama-sama nggak boleh,” tambahnya.

Menurut Nangoi, perang harga punya dampak positif dan negatif. Sebab, di satu sisi, konsumen yang baru beli diuntungkan. Namun, di sisi lain, konsumen lain akan merasa dirugikan. Sehingga Nangoi mengatakan semua kebijakan diberikan kepada produsen, namun perlu diketahui mungkin langkang tersebut bisa menguntungkan untuk konsumen yang belum membeli, namun perlu diingat hal tersebut bisa mengecewakan untuk konsumen yang sudah melakukan pembelian.

Jakarta – Kijang Innova jadi mobil paling populer di Indonesia. Tak hanya di pasar mobil baru, di pasar mobil bekas pun Kijang Innova banyak dicari.
Popularitas Kijang Innova di Indonesia sudah tak perlu diragukan lagi. Nggak heran sih, soalnya sudah puluhan tahun Kijang Innova eksis di pasar otomotif Indonesia. Di pasar mobil baru, Kijang Innova masih sangat dicari.

Buktinya, dalam beberapa bulan terakhir Kijang Innova selalu menjadi mobil terlaris di Tanah Air, demikian ditunjukkan dalam data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Sepanjang semester I tahun 2025, ada 31.107 unit Kijang Innova (Zenix dan Reborn) yang didistribusikan secara wholesales.

Tapi rupanya bukan cuma di pasar mobil baru Innova banyak dicari. Di pasar mobil bekas, MPV medium ini juga diburu orang Indonesia.

“Salah satu model mobil yang sukses menjadi model paling populer adalah Toyota Kijang Innova, baik di mata pencari maupun pengiklan,” ungkap Direktur OLXMobbi Agung Iskandar melalui pesan elektronik kepada detikOto.

Agung menjelaskan, model mobil MPV memang masih banyak digandrungi orang Indonesia. Sebab mobil cocok untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat Indonesia baik untuk mobilitas sehari-hari ataupun dipakai perjalanan jauh.

“Karakteristik kabin yang luas dan nyaman tidak hanya menawarkan fungsionalitas, tetapi juga mampu memenuhi aspek emosional kekeluargaan dan kebersamaan saat bepergian,” sambung Agung.

Tak kalah penting, nilai jual kembali juga masih tinggi. Tak bisa dipungkiri, harga jual kembali merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan orang Indonesia sebelum membeli mobil. Model mobil dengan nilai jual kembali yang tinggi biasanya amat diminati. Contohnya Innova ataupun Avanza yang punya catatan nilai jual kembali masih bagus.

“Selain itu faktor resale value yang tinggi menjadi pertimbangan krusial bagi konsumen. Keunggulan ini diperkuat oleh adanya ekosistem purnajual dengan jaringan servis dan ketersediaan suku cadang yang merata hingga ke pelosok negeri,” pungkas Agung.

Jakarta – Penjualan mobil di Malaysia sepanjang kuartal dua tahun 2025 melampaui Indonesia. Apa sebabnya?
Untuk pertama kalinya penjualan mobil di Malaysia berhasil melampaui Indonesia. Hal itu terjadi pada kuartal kedua tahun 2025 saat Malaysia menjual 183.366 unit sedangkan Indonesia hanya 169.578 unit. Di Malaysia, peningkatan penjualan itu didukung dari kenaikan popularitas mobil elektrifikasi jenis listrik dan juga hybrid.

Penjualan mobil listrik tercatat naik 91 persen dibandingkan tahun lalu atau sekitar 12.733 unit. Penjualan mobil hybrid juga terkerek 12 persen menjadi 17.480 unit pada semester pertama tahun 2025.

Faktor pajak juga patut diperhitungkan. Terlebih diketahui Malaysia masih menerapkan insentif pembebasan pajak penjualan terhadap mobil baru. Ini merupakan insentif yang sudah berlangsung sejak masa pandemi dan hingga saat ini masih terus berjalan. Mobil yang dirakit lokal dibebaskan pajak 100 persen sementara mobil yang diimpor utuh alias CBU hanya dikenakan pajak separuhya. Alhasil, pajak kendaraan di sana juga lebih rendah. Sebagai contoh untuk Toyota Avanza pajak tahunan di Indonesia bisa tembus Rp 5 jutaan sementara di Malaysia hanya Rp 500 ribu.

“Dijual di Indonesia, juga diekspor ke negara lain termasuk di Malaysia. Di Indonesia, bayar pajak tahunannya Rp 5 juta, sementara di Malaysia, dengan produk yang sama (Avanza) pajak tahunan (cuma) Rp 500 ribu,” urai Sekretaris Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) Kukuh Kumara.

Urusan insentif sebenarnya pemerintah Indonesia juga sudah melakukannya. Bedanya, insentif itu diberikan ke mobil listrik dan mobil hybrid. Tujuannya untuk mempercepat peralihan ke kendaraan elektrifikasi.

Selain pajak, tak kalah penting harga BBM di Malaysia yang juga lebih murah. Pemerintah negeri jiran memberikan subsidi untuk BBM jenis RON 95. Harganya dipatok RM 2,05 atau sekira Rp 7.879. Sedangkan di Indonesia harga BBM yang mendapat subsidi adalah jenis Pertalite dengan RON 90. Harga per liternya pun masih lebih mahal ketimbang RON 95 di Malaysia. Pertalite saat ini dijual Rp 10.000 per liter. Bisa jadi deretan faktor di atas juga berkontribusi terhadap kenaikan penjualan mobil di Malaysia.

Namun kalau bicara penjualan sepanjang semester I tahun 2025, Indonesia masih lebih banyak. Dalam data penjualan yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), secara wholesales ada 374.740 unit mobil terdistribusi. Sementara secara retail tembus 390.467 unit. Bagaimana dengan Malaysia? Mengutip data Malaysia Automotive Association, penjualan semester satu itu hanya mencapai 373.636 unit.

Adapun penurunan penjualan mobil di Indonesia memang tengah menuai sorotan. Soalnya penurunannya cukup tajam kalau dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengungkap penurunan ini dilandasi faktor ekonomi dan daya beli masyarakat yang merosot. Ini kata Nangoi juga menjadi sinyal kondisi perekonomian Indonesia memang tak baik-baik saja.

“Jadi faktor yg menentukan itu ekonomi agak susah, dunia tidak baik-baik, Indonesia juga ikut tidak baik-baik kalau Anda lihat. Daya beli menurun, ekonomi terganggu gara-gara yang namanya ada peperangan di Eropa, di Timur Tengah, ada (kebijakan tarif) Trump,” ungkap Nangoi belum lama ini.